Masalah Ekonomi : Ekspor dan Impor Beras di Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam masalah ini, sebenarnya kita sama-sama mengetahui bahwa negara
kita ini merupakan negara yang sangat subur dan yang paling menguntungkan
adalah negara kita merupakan negara dengan penghasil komoditi utama yaitu
beras. Dalam hal Ekspor dan Impor, ternyata Indonesia dengan segala keunggulan
dibidang pertanian khususnya dalam hal komoditi beras, masih membeli (Impor)
beras dari negara lain.
Pemerintah Indonesia berencana untuk mengimpor 2 juta ton beras tahun
2012 ini. Rencana impor beras oleh itu, untuk memastikan ketersediaan stok
beras di dalam negeri. Sebelumnya, Indonesia berniat untuk tidak impor karena
ada prediksi kenaikan produksi panen tahun ini. Namun ternyata, panen tahun ini
belum mencukupi untuk kebutuhan nasional.
Diantara negara yang menjalin kerjasama dengan Indonesia dalam hal impor
beras antara lain : Thailand, Vietnam, Kamboja dan Myanmar. Dari negara-negara
tersebut, contohnya Myanmar yang bisa mengekspor beras ke Indonesia karena
mereka mendapatkan surplus sekitar dua juta ton beras disebabkan oleh konsumsi
masyarakat mereka yang rendah.
Dalam hal ini, ada beberapa faktor mengapa Indonesia melakukan impor
beras dari luar negri sedangkan kita sama-sama mengetahui bahwa negara kita
Indonesia ini termasuk negara yang sangat subur.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, kita dapat mengidentifikasikan
masalah sebagai berikut :
1. Mengapa Indonesia masih mengimpor beras dari luar negri sedangkan
Indonesia termasuk salah satu negara dengan kontribusi terhadap produksi beras
dunia mencapai 8,5%?
2. Apa solusi untuk menciptakan ketahanan pangan di Indonesia?
C. Landasan Teori
Landasan teori yang digunakan dalam makalah ini menggunakan teori-teori
dasar dalam ekonomi. Teori-teori dasar tersebut terbagi menjadi dua golongan yaitu
:
1. Teori Mikroekonomi
Dalam teori mikroekonomi ini menganalisis hal-hal seperti interaksi
penjual dan pembeli di pasar barang, tingkah laku pembeli dan penjual dalam
melakukan kegiatan ekonomi, dan interaksi penjual dan pembeli di pasaran
faktor.
2. Teori Makroekonomi
Sedangkan dalam teori
makroekonomi menganalisis aspek berikut seperti penentuan kegiatan perekonomian
dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, masalah inflasi dan pengangguran dan
faktor yang menyebabkannya, dan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah dalam
menghadapi masalah-masalah ekonomi yang timbul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar